Sabtu, 11 Februari 2012

RSUD Dr Mohammad Saleh Berbenah



Segala bentuk pelayanan di RSUD Dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo selalu menjadi sorotan berbagai kalangan masyarakat.  Untuk itu, RSUD terus berbenah diri dalam memberikan pelayanan dan menambah fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.Tahun 2011 lalu berdasarkan SK Walikota No 188.45/309/KEP/425.012/2010, RSUD telah ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Per Januari 2011 RSUD sudah berubah status jadi BLUD, sebelumnya kan SKPD. Dengan berubahnya status ini tentunya RSUD semakin berbenah untuk meningkatkan pelayanan,” kata Direktur RSUD Dr Mohammad Saleh dr Bambang Agus.
Mantan kepala Dinas Kesehatan ini menjelaskan visi RSUD yaitu terwujudnya pelayanan kesehatan yang paripurna, efektif dan efisien. Misinya peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada semua lapisan masyarakat, mendayagunakan sumberdaya rumah sakit sebagai pelayanan kepada masyarakat yang optimal, perluasan jangkauan pelayanan rumah sakit , pengelolaan rumah sakit dengan prinsip sosi ekonomi secara efektif dan efisien.
Secara manajamen, lanjut dr Bambang Agus, atas tuntutan itu rumah sakit berupaya meningkatkan mutu pelayanan yang arahnya pada kepuasan pelanggan dengan melakukan perubahan penataan organisasi, sumber daya manusia, sarana prasarana medis dan non medis.
“Peningkatan mutu pelayanan ini tidak lepas dari sarana prasarana yang dipunyai, selaras dengan keberadaan tenaga ahli yang dimiliki RSUD. Kalau sarana prasarana kami sudah punya berapa peralatan medis yang canggih,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/2) lalu.
Peralatan canggih yang dimaksud adalah CT scan, eco cardiografi (alat USG untuk mengetahui fungsi jantung), laparoscopi (alat bedah), phacoemulsivikasi (alat operasi mata katarak), mikroskop (untuk operasi mata), alat bedah saraf, anastesi, ventilator transport, peralatan laboratorium dan penyakit saraf 32 channel (electro encepalographi).
Selain manajemen dan peralatan canggih, RSUD juga mempunyai pelayanan baru seperti ICCU yaitu sarana untuk kegawatdaruratan jantung yang dilayani secara tim oleh tenaga medis yang berkompeten. Pelayanan baru lainnya spesialis hemodialisa (HD) atau cuci darah, kini RSUD punya delapan unit mesin HD dilayani dokter spesialis penyakit dalam terlatih HD.
Pelayanan baru yang terakhir adalah pelayanan spesialis tulang khususnya tulang belakang. “Nah, untuk pelayanan ini dokternya sub spesialis tulang belakang disamping dokter spesialis tulang lainnya. Soal SDM, semua dokter (spesialis) sudah punya,” imbuh lelaki berkacamata itu.
Seperti diketahui, pada 9 Februari RSUD baru saja meresmikan fasilitas kesehatan baru  yakni ruang rawat inap VVIP dan kelas utama. Sampai saat ini (23/2) masyarakat sudah menggunakan fasilitas baru tersebut meski harga ruangannya jauh lebih mahal dibanding kelas ekonomi.
dr Bambang menegaskan, perencanaan untuk program lima tahun RSUD sudah tertulis dalam rencana strategi bisnis. Pembenahan ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terhadap mutu pelayanan RSUD. Semakin berkembangnya tekhnologi kesehatan, maka RSUD harus mengikuti perkembangan ilmu kesehatan dan tekhnologinya.
“Tentunya perkembangan yang ada ini tanpa melupakan pelayanan yang bermutu pada masyarakat termasuk pelayanan pada masyarakat miskin. RSUD bertekad tidak akan melakukan diskriminasi pada golongan masyarakat,” pungkasnya yang kala itu didampingi sejumlah stafnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman